Gender

Gender

  • Abubakar Eby Hara, dkk.
Publisher:PT KanisiusISBN 13: 9789792165036ISBN 10: 9792165037

Paperback & Hardcover deals ―

Amazon IndiaGOFlipkart GOSnapdealGOSapnaOnlineGOJain Book AgencyGOBooks Wagon₹3,434Book ChorGOCrosswordGODC BooksGO

e-book & Audiobook deals ―

Amazon India GOGoogle Play Books GOAudible GO

* Price may vary from time to time.

* GO = We're not able to fetch the price (please check manually visiting the website).

Know about the book -

Gender is written by Abubakar Eby Hara, dkk. and published by PT Kanisius. It's available with International Standard Book Number or ISBN identification 9792165037 (ISBN 10) and 9789792165036 (ISBN 13).

Besarnya persoalan gender dalam dunia global tidak sebanding dengan sedikitnya kajian dan riset gender dalam hubungan internasional. Buku ini mencoba mengisi kesenjangan tersebut, melalui perspektif Indonesia dan Australia. Tiga topik utama menjadi perhatian buku ini.Pertama, gender dan migrasi. Tulisan pada bagian ini mengonfirmasi pernyataan Peterson (2003) yang mengatakan bahwa “gender matters at all level and stages of labor migration”. Tulisan-tulisan ini telah berhasil membuktikan bahwa gender adalah persoalan penting yang sangat berpengaruh dalam kehidupan PMP, baik secara personal maupun politis dalam keseluruhan proses migrasi. Akibatnya, “migrasi berwajah perempuan” menjadi situasi yang ada di sekitar kita dan menjadi sangat kontekstual dalam studi Ilmu Hubungan Internasional.Kedua, gender dan keamanan internasional. Tulisan pada bagian ini mengkaji isu gender dalam terorisme, bagaimana Perempuan Migran Indonesia terpengaruh oleh gerakan radikalisme dan terorisme global. Mia Bloom melihat perubahan penting dalam aktor keamanan internasional tidak hanya negara tetapi juga non-negara. Fenomena aktor kekerasan dalam jaringan teroris ISIS banyak dilakukan oleh perempuan, baik dalam operasi taktis maupun strategis. Selain perempuan rentan sebagai korban ISIS, mereka juga terlibat dalam rekrutmen, propaganda, dan kombat. Selain terorisme, perempuan juga aktif dalam resolusi konflik, dalam konteks ini pengalaman di Aceh.Ketiga, gender, diplomasi, dan kebijakan luar negeri. Perspektif Indonesia dan Australia mewarnai analisis. Tulisan di bagian ini membuktikan pentingnya menggunakan lensa feminis dalam memahami peran perempuan dalam ranah internasional, diplomasi, dan kebijakan luar negeri. Bahkan tren menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan sosial yang berskala internasional seperti olahraga disinyalir akan meningkatkan soft power suatu negara.Buku ini juga menjadi kontribusi Kaukus Gender dalam Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional di Indonesia (AIHII).