* Price may vary from time to time.
* GO = We're not able to fetch the price (please check manually visiting the website).
DARI KITAB KE KELAS: (Representasi Islam Moderat dan Islam Nusantara dalam Pembelajaran PAI-BP) is written by Achmad Anshari | A. Sa’dud Darain | A. Khuzainol Mubarok | Achmad Sofyan | Cholilurrahman | Anisya Umi Khoiroh | Darun Mutammimah | Dina Kamilia | Eliyatul Fitriyah | Fenny Erdiyani | Ika Fiisyatil Kamila | Intan Nur Aini | Juhairiyah and published by PENERBIT KBM INDONESIA. It's available with International Standard Book Number or ISBN identification 6342027463 (ISBN 10) and 9786342027462 (ISBN 13).
Buku Dari Kitab ke Kelas menghadirkan refleksi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai Islam moderat dan Islam Nusantara direpresentasikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI-BP) di sekolah. Di tengah tantangan keberagaman bangsa Indonesia dan ancaman radikalisme, buku ini menegaskan pentingnya pendidikan agama yang seimbang, toleran, dan kontekstual. Bagian awal buku membahas urgensi moderasi beragama sebagai prinsip hidup yang menekankan keadilan, toleransi, dan penolakan terhadap ekstremisme. Melalui analisis terhadap buku teks PAI-BP, penulis menemukan bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an, hadis Nabi, serta kisah teladan Rasulullah disajikan untuk menumbuhkan sikap damai dan inklusif pada siswa. Selanjutnya, buku ini mengeksplorasi representasi Islam Nusantara sebuah corak Islam yang berakar kuat pada budaya lokal, dakwah yang santun, serta akulturasi tradisi. Melalui kisah Walisongo dan ulama Nusantara, ditunjukkan bagaimana Islam menyebar di Indonesia secara damai, adaptif, dan penuh kearifan. Dengan pendekatan analisis isi, penulis mengidentifikasi kekuatan sekaligus kelemahan buku teks PAI-BP dalam menginternalisasi nilai moderasi dan lokalitas Islam. Meskipun terdapat penyajian yang cukup kuat, masih diperlukan penguatan agar konsep Islam moderat dan Islam Nusantara lebih eksplisit, aplikatif, dan menyatu dalam kurikulum. Buku ini tidak hanya menjadi kajian akademis, tetapi juga tawaran solusi praktis bagi guru, mahasiswa, peneliti, serta pemerhati pendidikan Islam. Ia menegaskan bahwa pembelajaran agama harus lebih dari sekadar hafalan teks melainkan sarana transformasi nilai agar lahir generasi muslim yang religius, toleran, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman.